Kuberita.com Masyarakat Kabupaten Mesuji, mendengar Bahan Bakar Minyak bergati harga, itu di anggap hal yang biasa tidak ada masalah sama sekali Kabupaten Mesuji Lampung.(4/9/22)
Diketahui selama ini, Bumi Ragab Begawe Caram, berdiri 4 Pom bensin, seperti Pom AKR di Desa Wira Bangun, Di Desa Jaya Sakti, di Desa Simpang Pematang, serta di Desa Berabasan serta merata berdiri pom kecil disetiap Kecamatan di Wilayah Mesuji.
Sugeng (50) mengatakan dari dulu kami beli minyak harga RP. 10.000, di pengecer warung kelontong, walaupun di Pom bensin harga Rp. 6.700, Tapi kan bohong, setiap masyarakat mau beli minyak- pertalite habis sedang dalam perjalanan. Padahal masih jam 10.00 WIB, tuturnya
Artinya pihak pengelola Pom bensin pun harus tegas dan masyarakat bantulah pemerintah untuk memonitoring agar program BBM subsidi tepat sasaran dan dapat berjalan dengan baik, harap Marsat Jaya.
Perlu diketahui, Marsat Jaya selain Ketua DPD Pospera Lampung, bung Marsat Jaya juga merupakan anggota Dewan Pembina Pospera Indonesia yang tergabung dalam PENA 98 (Persatuan Nasional Aktivis 98).(TIM)
Senada dengan Erwin iya juga mengatakan kalau POM bensin tidak profesional diawasi oleh Aparat Penegak Hukum dengan baik dan selayaknya pom bensin di kota-kota saya pastikan mau naik Rp. 100.000/liter masyarakat tidak keberatan pak, presiden yang penting kegiatan pom bensin berkerja profesional di Kabupaten Mesuji ucap Erwin.
Diketahui selama ini ternyata masyarakat sudah terbiasa di Provinsi Lampung Wilayah Kabupaten Mesuji membeli bensin 10.000, 11.000, bahkan 15.000 /pertalite.
Menurut panjol mereka tidak masalah Presiden Ir. H. Joko Widodo ganti harga minyak yang penting hentikan setiap permainan BBM yang selama ini menjamur di Provinsi Lampung
