Kuberita Lampung -Praktik prostitusi terselubung warung remang-remang di beberapa lokasi Kabupaten Mesuji, makin Marak

Berdasarkan pantauan di sejumlah warung remang-remang seperti Simpang Pematang , Kecamatan, Mesuji Timur, Way Serdang, Panca Jaya, Simpang Pematang, Tanjung Raya Kabupaten Mesuji Lampung , Rabu masih terlihat beraktivitas.

Sejumlah masyarakat yang ditemui di Mesuji , mengaku resah dengan praktik prostitusi di warung remang-remang itu dan meminta instansi terkait segera melakukan penertiban.

Menurut informasi, para pekerja seks komersial awalnya hanya berjumlah puluhan orang dan bertambah menjadi ratusan yang melakukan praktik prostiusi tersebut berasal dari beberapa daerah.

Berdasarkan pantauan, warung remang-remang yang mayoritas pelayannya wanita itu menyediakan minuman kopi dan makanan ringan dan minuman keras .

Selain menjadi pelayan, sebagian besar pekerja warung yang berasal dari luar provinsi tersebut juga terkadang menemani dan malayani pengunjung dengan tarif Rp300.000 hingga Rp700.000.

“Kalau pengunjung datangnya jam 12 malam tarifnya Rp1.000.000, karena saya yang bayar sewa kamarnya. Kalau lagi ramai, saya bisa dapatkan Rp5 juta- Rp10 juta, dalam sebulan,” ujar salah satu pelayan warung yang mengaku bernama Wulan (20).

Hiburan malam marak di Mesuji
Warung remang-remang yang menyediakan menu minuman kopi dan makanan ringan dan miras tersebut merupakan bangunan kayu tidak permanen, serta diduga tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Gangguan atau IG, ratusan Warung remang remang di Jalan Lintas Timur Di Kawasan Hutan Lindung Register 45 Mesuji Lampung.
(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *