Kuberita.com Lapor Kejagung RI izin masyarakat memohon bongkar dugaan mar-up pembagunan Puskesmas 6 miliar rupiah bendiding triplek dilapis cat putih di Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji Lampung. 18/23

Hal ini menjadi perbincangan masyarakat Bumi Ragab Begawe Caram, bermula beberapa warga sedang berobat melihat ubin, triplek diding serta kondisi yang diduga banyak penyimpangan
DDugaan Median Sekretaris Persatuan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Dewan Pimpinan Wilayah Provinsi Lampung Banyak kejanggalan tuturnya
Dan itu disampaikan beberapa jaringan disana serta data sudah kami kantongi,
Mustahil bangunan 6 miliaran kalah kokonya dengan bangunan kementerian yang di Desa Simpang Mesuji ujarnya
Sedangkan bangunan yang menelan anggaran APBD miliaran rupiah ini jadi perbincangan hangat diduga bangunan dikerjakan asal-asalan ini dipastikan banyak kejanggalan.
Kami meminta Kejaksaan usut tuntas agar kesempatan dugaan korupsi yang akan datang tidak terulang di Kabupaten Mesuji tutup PPMI Provinsi Lampung
Puskesmas Simpang Pematang yang terletak di Kecamatan Simpang Pematang tepatnya di lokasi Pasar berdampingan dengan alun-alun ini menjadi pusat perhatian masyarakat setempat.
dikonfirmasi tidak mau disebutkan namanya mantan pekerja buruh tukang mengatakan ada beberapa tempat yang memang dibuat asal-asalan dia pun mengatakan saya khawatirkan lambat laun bangunan tersebut akan memakan korban bisa bisa amruk karena pondasi besi itu distek aja ada yang sesuai tapi banyak di modifikasi katanya
Iya pun mengatakan pekerja infrastruktur yang ada di gambar berbeda dengan yang direalisasikan oleh rekanan pihak ketiga karena banyak beberapa.
Dugaan tidak sesuai dengan gambar kalaupun saya bisa masuk ke Puskesmas itu maka akan saya Tunjukkan di mana tempat titik-titik yang tidak sewajarnya dipaksa dengan bahan tidak sesuai.
Wanto masyarakat setempat berharap untuk aparat penegak hukum Jangan tutup mata ini salah satu dugaan yang merugikan negara apalagi dana yang digunakan adalah anggaran belanja daerah Kabupaten Mesuji secara otomatis kami sebagai masyarakat tidak terima kalau uang rakyat digunakan asal-asalan pungkasnya(kori)
